Kamis, 30 September 2010

Tentang OSN bidang Informatika

OSN stand for Olimpiade Sains Nasional

Latar Belakang


Di masa depan keungulan bangsa ditentukan oleh penguasaan teknologi informasi (TI) bangsa tsb
– Faktanya (­): di Indonesia SDM di berbagai bidang masih lemah dalam penguasaan TI tsb.
Penguasaan TI merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dibina sejak masa pra universitas
– Faktanya (­): pendidikan TI belum masuk dalam kurikulum pendidikan pra universitas di Indonesia
Ketrampilan dalam pemrograman adalah aspek utama dalam penguasaan TI
– Faktanya (­): anak muda masih lebih tertarik pada computer games, chatting, dan pemakai biasa lainnya
Adanya lomba pemrograman tingkat dunia ( IOI) yang dinisiasi oleh UNESCO untuk memacu minat generasi muda sedunia dalam penguasaan IT (khususnya pemrograman)
– Faktanya (+): Pemerintah melalui Diknas sudah memberikan perhatian untuk berpretasi di IOI sejak 1995
Kegiatan seleksi dan pembinaan perlu dukungan berbagai pihak
– Faktarnya (+): partisipasi dimulai dari Fak. Ilmu Komputer UI kemudian juga ITB, IPB, ITS dan UGM dalam kepanitian Seleksi dan Pelatnas

Untuk bisa mengikuti OSN bidang komputer, siswa harus mengikuti seleksi mulai dari tingkat kabupaten (OSK), tingkat provinsi (OSP), baru bisa ikut OSN. :)

Prinsip­ Umum dalam Pembinaan dan Seleksi

  • Mengingat belum meratanya kemampuan pemrograman, maka seleksi pada tk OSK dan OSP bertujuan untuk mendapatkan peserta yang paling berpotensi
  • Peserta yang lolos tk OSP mendapat pembinaan jarak­jauh dengan soal­soal pemrograman
  • Peserta yang lolos tingkat OSN akan mengikuti serangkaian Pelatnas.
Materi Yang perlu dipelajari untuk OSN Informatika

Kabupaten:
• Soal­soal bersifat menguji potensi akademis yang bersifat analisis dan sintesis:
• Analisis
– Aritmatika: masalah dengan model­model matematis – kualitatif dan Logika: masalah dengan model­model
logika, hubungan klausal (sebab­akibat), hubungan spasial (ruang), hubungan temporal (waktu)
• Sintesis
– Algoritmika: pemahaman deretan proses/kejadian yang terurut secara linier, maupun tidak linier (pencabangan atau rekursif)

Provinsi :
  • Soal­soal bersifat menguji potensi akademis (seperti pd tk Kabu/Kota)
  • Soal­soal algoritmika lebih diperbanyak (diutamakan)
  • – dengan notasi pseudocode atau suatu bahasa pemrograman untuk menjelaskan proses
Nasional :
  • Seperti pada tingkat propinsi namun disertai dengan soal­-soal pemrograman (problem solving) dengan tingkat masalah yang relatif sederhana (tanpa memerlukan metodologi lanjut)
  • – Menghitung masalah berdasarkan model aritmatika
  • – Mencari atau mengeksplorasi kemungkinan solusi berdasarkan sejumlah relasi dan constraint
  • – Memanipulasi/mentransformasi data
Bersambung...

Read More......
 

Great Morning ©  Copyright by Klik Terus | Internet | by NOZZE(†) & REXX | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks